Badak
Bercula Satu. Siapa yang sih tidak tahu satwa langka satu ini? Banyak orang
yang tahu bahwa Badak Bercula Satu atau yang disebut Badak Jawa adalah satwa
yang dilindungi, akan tetapi hanya sedikit yang mengerti kisahnya, khususnya
untuk masyarakat di Pulau Jawa sendiri. Populasinya yang sedikit membuat satwa
ini menjadi salah satu satwa yang paling langka di bumi, bahkan satwa ini tidak
seperti komodo. Badak jawa ini tidak pernah ada di kebun binatang manapun di
dunia, satwa ini pun terancam punah dalam IUCN (International Union for
Conservation of Nature). Bedasarkan catatan sejarah, badak jawa tersebar luas
mulai dari India, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Semenanjung
Malaysia, Jawa, dan Sumatera. Namun, pada decade terakhir ini Badak bercula
satu secara alami hanya mampu berkembang biak di Taman Nasional Ujung Kulon,
Provinsi Banten dan populasinya pun hanya ada sekitar 50-60 ekor. Taman
Nasional Ujung Kulon terletak di Pulau Jawa khususnya Provinsi Banten dan
ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
Badak bercula satu tidak hanya sebagai ikon dari taman nasional tetapi juga ikon dari provinsi Banten. Badak Jawa dikenal sebagai hewan terbesar di Jawa dan hewan terbesar kedua di Indonesia setelah Gajah Asia. Panjangnya bisa mencapai 2 sampai dengan 4 meter dan tingginya 1,4 sampai dengan 1,7 meter, berat badannya puun bisa mencapai 900 sampai dengan 2300 kg. Tidak seperti badak yang lainnya, Badak Jawa ini tentunya hanya memiliki tanduk yang tunggal. Selain dari Badak Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan rumah bagi banyak satwa liar khusus lainnya seperti monyet Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis aigula), dhole/ anjing liar (Cuon alpinus javanicus), Banteng (Bos javanicus ), Owa Silvery (Hylobates moloch), Lutung Budeng (Trachypithecus auratus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul jawa (Panthera pardus melas), pelanduk jawa / kancil (Tragulus javanicus), rusa (rusa timorensis), dan lain-lain. Ada juga lebih dari 72 spesies reptil dan amfibi, dan 240 jenis burung yang membuat Ujung Kulon rumah mereka. Berepa flora yang hanya dapat tumbuh di Taman Nasional Ujung Kulon ini adalah geniculata Batryohora, Cleidion spiciflorum, Heritiera percoriacea, dan Knema globularia.
Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas dan petualangan yang tentunya sangat menegangkan karena bukan hanya bisa melihat pemandangan yang indah, tetapi juga bisa merasakan suasana alam liar yang nyata. Pengunjung dapat masuk ke dalam Taman Nasional ini melalu 5 pintu utama yaitu melalui darat dan laut, di darat pengunjung dapat melalui pintu masuk wilayah Tamanjaya dan Sumur, sementara pintu masuk dari laut dapat melalui pulau Peucang, Handeleum, dan Panaitan.
Pengunjung dapat membeli tiket masuk di Kantor Ujung Kulon kawasan Taman Nasional II Handeleum dan Tamanjaya. Kantor ini tidak hanya menawarkan tiket masuk, akan tetapi menyediakan asuransi dan informasi umum tentang Taman Nasional. Kantor ini terletak di Desa Tamanjaya dekat dermaga Tamanjaya. Semua persyaratan dapat diatur dikantor untuk kegiatan wisata seperti penyewaan kapal, pemandu lokal, dll. Kota kecil Labuan adalah tempat kantor utama Taman Nasional Ujung Kulon berada (Jl. Perintis Kemerdekaan No.51)
Ada beberapa alternative penginapan bagi pengunjung yang ingin bermalam atau menginap di Taman Nasional Ujung Kulon yaitu untuk di daerah Sumur, ada beberapa akomodasi di Sarag Badak, PKP-RI, dan Rhino Inn. Di daerah Tamanjaya, ada Sundajaya Homestay dan Prima Homestay yang menawarkan 6 kamar tidur dan kamar mandi bersama.
Terdapat 2 aksesibilitas bagi pengunjung untuk mencapai lokasi Taman Nasional Ujung Kulon, yaitu :
Badak bercula satu tidak hanya sebagai ikon dari taman nasional tetapi juga ikon dari provinsi Banten. Badak Jawa dikenal sebagai hewan terbesar di Jawa dan hewan terbesar kedua di Indonesia setelah Gajah Asia. Panjangnya bisa mencapai 2 sampai dengan 4 meter dan tingginya 1,4 sampai dengan 1,7 meter, berat badannya puun bisa mencapai 900 sampai dengan 2300 kg. Tidak seperti badak yang lainnya, Badak Jawa ini tentunya hanya memiliki tanduk yang tunggal. Selain dari Badak Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan rumah bagi banyak satwa liar khusus lainnya seperti monyet Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis aigula), dhole/ anjing liar (Cuon alpinus javanicus), Banteng (Bos javanicus ), Owa Silvery (Hylobates moloch), Lutung Budeng (Trachypithecus auratus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul jawa (Panthera pardus melas), pelanduk jawa / kancil (Tragulus javanicus), rusa (rusa timorensis), dan lain-lain. Ada juga lebih dari 72 spesies reptil dan amfibi, dan 240 jenis burung yang membuat Ujung Kulon rumah mereka. Berepa flora yang hanya dapat tumbuh di Taman Nasional Ujung Kulon ini adalah geniculata Batryohora, Cleidion spiciflorum, Heritiera percoriacea, dan Knema globularia.
Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas dan petualangan yang tentunya sangat menegangkan karena bukan hanya bisa melihat pemandangan yang indah, tetapi juga bisa merasakan suasana alam liar yang nyata. Pengunjung dapat masuk ke dalam Taman Nasional ini melalu 5 pintu utama yaitu melalui darat dan laut, di darat pengunjung dapat melalui pintu masuk wilayah Tamanjaya dan Sumur, sementara pintu masuk dari laut dapat melalui pulau Peucang, Handeleum, dan Panaitan.
Pengunjung dapat membeli tiket masuk di Kantor Ujung Kulon kawasan Taman Nasional II Handeleum dan Tamanjaya. Kantor ini tidak hanya menawarkan tiket masuk, akan tetapi menyediakan asuransi dan informasi umum tentang Taman Nasional. Kantor ini terletak di Desa Tamanjaya dekat dermaga Tamanjaya. Semua persyaratan dapat diatur dikantor untuk kegiatan wisata seperti penyewaan kapal, pemandu lokal, dll. Kota kecil Labuan adalah tempat kantor utama Taman Nasional Ujung Kulon berada (Jl. Perintis Kemerdekaan No.51)
Ada beberapa alternative penginapan bagi pengunjung yang ingin bermalam atau menginap di Taman Nasional Ujung Kulon yaitu untuk di daerah Sumur, ada beberapa akomodasi di Sarag Badak, PKP-RI, dan Rhino Inn. Di daerah Tamanjaya, ada Sundajaya Homestay dan Prima Homestay yang menawarkan 6 kamar tidur dan kamar mandi bersama.
Terdapat 2 aksesibilitas bagi pengunjung untuk mencapai lokasi Taman Nasional Ujung Kulon, yaitu :
1. Dengan perahu sewaan dari Pantai Carita dan darat dengan mobil melalui Labuan ke Tamanjaya atau Sumur. Jika Pengunjung mengambil rute laut, perjalanan diperkirakan sekitar 2-3 jam naik perahu dari Pantai Carita ke Pulau Peucang menuju tempat akomodasi dan kantor perwakilan taman nasional.
2. Apabila mengambil rute darat dari Jakarta, pengunjung dapat menuju ke arah Serang, Ibu Kota Banten melalui jalan tol untuk perjalanan sekitar 2 jam. Dari Serang, terus ke barat ke arah Labuan, di Kabupaten Pandeglang selama kira-kira sekitar 2 jam. Dari Labuan, jalan terus menuju arah Panimbang, Sumur, dan Tamanjaya, untuk perjalanan sekitar lebih dari 2 jam. Beberapa jalan mungkin sempit dan tidak dalam kondisi baik, sehingga pengemudi harus siap dan tetap waspada.Silahkan berkunjung! :)
Keren
BalasHapus